Terkait Dugaan Korupsi PDAM 24 Milyar, NCW Lahat Laporkan Aswari Rifai Ke KPK
LAHAT - Nasional Coruption Watch (NCW) Kabupaten Lahat menggelar aksi demonya digedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta.
Seperti dilansir dari laman lahatonline Rabu(9/19), Aksi demo tersebut meminta kepada KPK untuk dapat memeriksa mantan Bupati Lahat H. Saifudin Aswari dan Kaban Bapeda Lahat, Herman Oemar untuk secepatnya dipanggil dan diperiksa terkait dugaan korupsi proyek Pembangunan Sarana Air Bersih di Kota Lahat di Dinas PU Cipta Karya, Lahat dengan anggaran senilai Rp 24 Milyar lebih dari dana APBD Tahun 2012 oleh PT. Surya Prima Abadi.
Aksi demo dengan membentang spanduk yang bertuliskan ” Tangkap Koruptor H. Saifudin Aswari dan Ir Herman Oemar ” dijaga ketat puluhan anggota Polisi dihalaman gedung KPK
Dalam orasinya, Dodo Arman menyampaikan jika Kabupaten Lahat selama ini luput dari perhatian KPK. Sehingga prilaku korupsi di daerah Seganti Setungguan itu menjadi ladang dari ajang korupsi, khususnya oleh mantan Bupati Lahat H. Saifudin Aswari selama memimpin Kabupaten Lahat.
” Ayo KPK, kami ingin melihat mantan Bupati Lahat mengenakan jaket orange. Tunjukan jika KPK penegakan hukumnya merata diseluruh wilayah Indonesia.” Ucap Dodo Arman.
Selain itu, Dodo Arman juga meminta pihak KPK untuk dapat segera melakukan penyelidikan dari laporan dugaan korupsi proyek tersebut yang telah diserahkan dan diterima KPK.
Sementara itu, Aksi demo dengan membentang spanduk yang bertuliskan ” Tangkap Koruptor H. Saifudin Aswari dan Ir Herman Oemar ” dijaga ketat puluhan anggota Polisi dihalaman gedung KPK..
Sumber Lahatonline

