IRT Kertapati Palembang Ini Nekat Jual Sabu-sabu, Karena Suami Pengangguran

IRT Kerta Pati Palembang Ini Nekat Jual Sabu-sabu, Karena Suami Pengangguran
Foto Tribun

PALEMBANG - Diduga pengedar narkoba jenis sabu, DM (35), dan pemakainya yakni Hen (24), keduanya warga Kelurahan Kamang Agung Kecamatan Kertapati Palembang, diringkus anggota buser Polsek Kertapati, Kamis (4/4), sekitar pukul 23.30. Seperti dilansir dari Tribunews.com Sabtu(6/04/19), Kapolsek Kertapati AKP Polin Pakpaham melalui Kanit Reskrim Ipda Denny Irawan mengatakan, ditangkapnya kedua pelaku yang diduga pengedar dan pemakai sabu ini, berawal dari informasi warga yang resah dengan aktivitas transaksi narkoba di kawasan Jalan Ki Marogan.

" pelaku ini saat akan ditangkap mengelabui petugas, dengan berteriak dan membuat fitnah pada anggota kami. Namun pelaku tidak bisa mengelak lagi, setelah ditemukan 8 paket sabu. Yang saat itu ditemukan di dalam mesin cuci," ungkap Denny,

Dari sumber yang sama, petugas mengetahui bahwa ada seorang pasien (pembeli) yang baru membeli 3 paket hemat (pahe) kepadanya. "Lalu kita lakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka Hen di rumahnya. Tersangka ini juga sempat mengelak, tapi baru mengaku setelah ditemukan 3 paket hemat sabu di bawah jok motornya," tegas Denny.

Hingga kini, kedua tersangka berikut barang bukti 11 paket hemat sabu telah diamankan di Polsek Kertapati guna diproses lebih lanjut. Sedangkan, DM ketika digelandang ke Polsek Kertapati, mengakui perbuatannya, kalau dia mengedarkan sabu-sabu di tempat tinggalnya.

" sudah sebulan ini pak saya menjual Sabu. Saya terpaksa melakukan ini, lantaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini karena suami saya tak punya pekerjaan," akunya. Lanjutnya, setiap paketan sabu tersebut, dijual seharga Rp 50-70 ribu dan mendapat keuntungan bersih Rp 40 ribu.

"Saya beli seperempat ji pak, kemudian saya pecah lagi menjadi paketan hemat seharga Rp 50 ribuan. Biasanya sudah habis dalam dua hari, dan saya dapat untung Rp 40 ribu. Barangnya saya dapat dari seorang bandar di wilayah seberang," katanya.

Hal yang sama diungkap Hen, dirinya mengaku baru sekitar satu bulan menggunakan sabu, untuk menambah stamina saat bekerja sebagai sopir mobil material bangunan.

"saya beli dengan ayuk ini. Dua paketan Rp 50 ribu dan satu paket yang Rp 70 ribuan. Saya pakai sendiri pak," katanya.

Sumber Tribunews.com


Popular posts from this blog

Akibat Sering Ngrumpi, Dua Emak-emak Asal Lahat Saling Ancam Dengan Senjata Tajam

Dua Pemuda Ini Kepergok Maling Ayam Di Perumnas Tiara Lahat , Satu Pelaku Berhasil Kabur

Masyarakat Desa Arahan dan Desa Gedung Agung, Lakukan Aksi Demo Di Pemkab Lahat